Foto: Kabid SDA DPUPKP SLEMAN, Muhammad Nurrochmawardi.
SLEMAN, opinijogja – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur sumber daya air melalui program rehabilitasi talud di sejumlah titik strategis.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Muhammad Nurrochmawardi, menjelaskan bahwa beberapa lokasi yang menjadi prioritas pekerjaan rehabilitasi talud meliputi Daerah Irigasi (DI) Kules, DI Mulungan di Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, serta wilayah Podang Kali Jetis Krapyak VII di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan.
Selain itu, rehabilitasi juga dilakukan di kawasan Butuhan, Kali Afur, Soronandan, Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari subkegiatan normalisasi dan restorasi sungai yang bertujuan menjaga fungsi aliran air serta mencegah kerusakan lebih lanjut.
“Rehabilitasi talud ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi, khususnya untuk mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian,” ujar Nurrochmawardi, Selasa (17/03/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan program ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah dan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
Dalam kondisi tertentu, seperti kerusakan yang bersifat mendesak akibat bencana alam, DPUPKP Sleman dapat menggunakan mekanisme rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) bencana agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
“Jika terjadi kerusakan akibat bencana dan sifatnya mendesak, maka dapat menggunakan mekanisme rehab rekon bencana,” jelasnya.
Nurrochmawardi berharap seluruh pekerjaan rehabilitasi talud dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat berfungsi optimal, bermanfaat untuk petani, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















