Foto:
Balikpapan, opinijogja – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan. Keberhasilan tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
“Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan. Kita harus menjadi bangsa yang percaya diri, bangsa yang bangga dengan prestasi sendiri, dan mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, capaian sektor pertanian memiliki arti strategis bagi kedaulatan nasional. Ia menyebut target swasembada beras yang semula diproyeksikan tercapai dalam waktu empat tahun, justru berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun pertama pemerintahannya.
“Saya beri target swasembada beras empat tahun. Ternyata kita berhasil dalam satu tahun. Ini hasil kerja keras dan sinergi seluruh kementerian dan lembaga,” kata Prabowo.
Presiden menyoroti salah satu terobosan utama pemerintah, yakni reformasi tata kelola pupuk bersubsidi. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya distribusi pupuk terhambat oleh birokrasi yang berlapis dan tidak efisien.
“Dulu ada 145 peraturan, harus lewat 11 kementerian dan lembaga, ditambah tanda tangan gubernur dan bupati. Dari pabrik ke petani bisa perlu 13 tanda tangan,” ujarnya.
Pemerintah kemudian memangkas seluruh regulasi yang dinilai menghambat distribusi pupuk. Saat ini, penyaluran pupuk bersubsidi cukup melalui satu instruksi, dengan verifikasi di tingkat desa.
“Sekarang pupuk langsung ke petani. Cukup kartu penduduk, disetujui kepala desa. Tidak perlu prosedur berbelit,” jelas Presiden.
Reformasi tersebut berdampak pada penurunan harga pupuk hingga 20 persen, sekaligus menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional. Di sisi lain, volume pupuk yang terserap petani justru meningkat signifikan.
“Ini pertama kali dalam sejarah kita bisa menurunkan harga pupuk. Walaupun harga turun, volume pupuk justru naik sekitar 700.000 ton. Artinya petani terbantu dan barang tersedia,” kata Prabowo.
Dampak kebijakan tersebut turut dirasakan pada sektor perberasan. Presiden menyebut nilai tukar petani (NTP) saat ini mencapai 125, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Produksi, cadangan, dan kesejahteraan petani beras juga disebut berada pada kondisi terbaik.
“Penghasilan petani naik, cadangan beras tertinggi, produksi tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujarnya.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi negara yang berdaulat. Ketergantungan pangan dari luar negeri, menurutnya, bertentangan dengan prinsip kemerdekaan bangsa.
“Negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Tidak masuk akal negara ingin merdeka kalau masih tergantung makan dari luar,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan, keberhasilan sektor pertanian diharapkan menjadi contoh bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera melalui reformasi kebijakan dan keberpihakan nyata kepada rakyat.
(Nas/opinijogja)







