Foto: Pengurus DPC PKS Cangkringan Bidang Pembangunan Keumatan bersama Ustadz Gitta Welly Ariadi, S.Si, serta para takmir masjid usai pelatihan pengelolaan masjid di Masjid Ussisa Al-Taqwa, Kapanewon Cangkringan, Sleman. Kegiatan ini diharapkan mampu menularkan semangat pengelolaan Masjid Jogokariyan agar masjid semakin makmur dan menjadi pusat aktivitas umat.
SLEMAN opinijogja — Pengurus DPC PKS Cangkringan Bidang Pembangunan Keumatan menggelar pelatihan pengelolaan masjid di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menghadirkan pengurus Takmir Masjid Jogokariyan, Ustadz Gitta Welly Ariadi, S.Si, sebagai narasumber.
Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang merupakan takmir masjid dari berbagai wilayah di Kapanewon Cangkringan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola masjid agar mampu menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keumatan yang hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi PKS, Yani Fathurrahman, yang juga pengurus DPC PKS Cangkringan Bidang Pembangunan Keumatan, mengatakan masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
“Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus dikelola dengan baik agar menjadi pusat pemberdayaan umat dan magnet kegiatan masyarakat,” ujar Yani.
Dalam pemaparannya, Ustadz Gitta Welly Ariadi membagikan pengalaman pengelolaan Masjid Jogokariyan yang dikenal luas sebagai masjid produktif dan makmur. Ia menekankan pentingnya manajemen masjid yang transparan, program yang berpihak pada jamaah, serta pelayanan yang ramah.
Masjid Jogokariyan dikenal secara nasional hingga mancanegara sebagai contoh masjid yang mampu mengoptimalkan perannya tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga sosial dan ekonomi umat.
(Ip/opinijogja)















