Foto: Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama seluruh anggota DPRD Sleman dan KPK sua foto bersama dalam kegiatan bimtek keluarga berintegritas.
Sleman, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan DPRD Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas di Hotel Ramada Sleman, Rabu (10/12). Kegiatan dibuka oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Danang Maharsa, pimpinan KPK RI, serta jajaran Pimpinan DPRD Sleman, yang ditandai dengan pemukulan gong.
Bimtek ini dihadiri seluruh anggota DPRD Sleman beserta pasangan masing-masing. KPK menghadirkan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Wawan Wardiana, sebagai narasumber utama.
Bupati Harda Kiswaya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan transparansi, dimulai dari lingkungan terkecil: keluarga.
“Program seperti ini sangat krusial, karena keluarga adalah pondasi pertama dan utama, tempat karakter, sikap, dan moral dibentuk sejak awal,” ujar Harda.
Ia menambahkan, kegiatan ini semakin relevan karena masih berada dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA), yang meneguhkan komitmen Sleman menuju tata pemerintahan yang bersih dan berkualitas.
“Integritas bukan sekadar kata atau dokumen formal, melainkan pilihan hidup. Nilai kejujuran dan tanggung jawab harus dijalankan sehari-hari, di rumah maupun dalam pelayanan publik. Yang paling penting, pimpinan harus menjadi teladan,” tegasnya.
Senada, Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda menyebut keluarga sebagai ruang awal pembentukan karakter antikorupsi.
“Membangun keluarga berintegritas merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang antikorupsi,” katanya.
Gustan menegaskan, DPRD memegang tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Integritas harus menjadi kompas moral dalam menjalankan tugas dan fungsi anggota DPRD,” ujarnya.
Materi bimtek meliputi pemahaman tindak pidana korupsi, dinamika permasalahannya, upaya pemberantasannya, serta penguatan peran keluarga dalam mendukung gerakan antikorupsi. (Jon/opinijogja)







