Foto: Ketua PHRI Gunungkidul sekaligus owner RM Sego Berkat Bu Tiwi tan Tlogo, Sunyata SH.
GUNUNGKIDUL, opinijogja – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul, Sunyata SH, menyampaikan bahwa pelaksanaan libur Lebaran 2026 di kawasan wisata Gunungkidul berlangsung lancar dan kondusif.
“Alhamdulillah, Lebaran tahun ini berjalan dengan baik. Aktivitas wisata cukup ramai dan tertib,” ujar Sunyata saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Menurutnya, sejumlah penataan kawasan pantai yang telah dilakukan pemerintah memberikan dampak positif terhadap kenyamanan wisatawan. Penataan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya tarik destinasi, khususnya di sepanjang kawasan pantai selatan Gunungkidul.
“Beberapa penataan pantai sudah terlihat hasilnya, lebih rapi dan nyaman. Ini tentu menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang berkunjung,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan perlunya kelanjutan penataan di titik-titik pantai lainnya agar kualitas destinasi wisata semakin merata. Dengan demikian, minat kunjungan wisatawan ke Gunungkidul diharapkan terus meningkat.
Di sisi lain, Sunyata juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dikeluhkan wisatawan, terutama terkait infrastruktur pendukung. Kondisi jalan, minimnya lampu penerangan jalan, serta lemahnya sinyal internet masih menjadi catatan penting.
“Faktor infrastruktur seperti jalan, penerangan, dan sinyal internet ini masih sering dikeluhkan. Harapannya ke depan bisa menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Sementara itu, sektor kuliner di Gunungkidul selama libur Lebaran juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ia menyebut, hampir seluruh pelaku usaha kuliner merasakan dampak positif dari lonjakan kunjungan wisatawan.
“Alhamdulillah, kuliner rata-rata ramai semua, merata. Ada kenaikan yang cukup terasa dibanding hari biasa,” ungkapnya.
Sunyata yang juga merupakan owner Rumah Makan Sego Berkat Bu Tiwi di kawasan Tlogo menambahkan, momentum libur Lebaran menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pariwisata dan kuliner.
Dengan capaian tersebut, PHRI Gunungkidul berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha terus diperkuat guna meningkatkan kualitas layanan dan daya saing destinasi wisata ke depan.
(Ip/opinijogja)















