Foto: Utusan Dalem Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bersama para abdi dalem memimpin Kirab Sekar Paring Dalem dalam rangka tradisi Sadranan Ki Ageng Perwita di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Minggu (1/2/2026). Prosesi kirab menuju makam leluhur ini menjadi simbol penghormatan, pelestarian tradisi, serta penguatan nilai budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi.
Klaten, opinijogja – Prosesi budaya tahunan Sadranan Ki Ageng Perwita kembali digelar di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Minggu (1/2/2026). Ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Kirab Sekar Paring Dalem dari SISKS Pakoe Boewono XIV Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Kirab dimulai dari halaman Kantor Desa Ngreden menuju Makam Ki Ageng Perwita. Prosesi dipimpin oleh Utusan Dalem Karaton Surakarta, KRAT. Budyanto Kartoyoso Nagoro, bersama para abdi dalem yang tergabung dalam Perkumpulan Kusumo Hondrowino Nusantara Pang Klaten. Kirab juga dikawal oleh Prajurit Saralathi, satuan prajurit Karaton Surakarta.
Sebagai bagian dari tradisi, iring-iringan membawa gunungan hasil bumi, jajan pasar, serta penganan khas Desa Ngreden berupa Legondo dan Intip. Legondo memiliki makna filosofis “lego neng dodo” atau lega di dada, yang melambangkan keikhlasan Ki Ageng Perwita dalam berdakwah sekaligus perjuangannya sebagai pendiri Desa Ngreden.
Utusan Dalem Karaton Surakarta, KRAT. Budyanto Kartoyoso Nagoro, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan atas dhawuh langsung Sri Susuhunan Karaton Surakarta.
“Ini adalah perintah Karaton sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan upaya melestarikan tradisi yang sudah diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Kunci Makam Ki Ageng Perwita menuturkan kehadiran utusan Karaton menjadi bukti kuatnya hubungan historis dan spiritual antara Karaton Surakarta dengan Ki Ageng Perwita.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama di area makam yang dipimpin KRT. Iman Widodo Secodipuro. Pemerintah Desa Ngreden berharap tradisi Sadranan Ki Ageng Perwita dan Kirab Sekar Paring Dalem dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan berkembang sebagai ikon wisata religi serta budaya di Klaten.
(Ip/opinijogja)















