Foto: Komunitas NoLimit Family dan wartawan Yogyakarta menyalurkan wakaf Al-Qur’an ke Pondok Majelis Taklim Al-Hidayah , Terong, Dlingo, Bantul, dalam kegiatan sosial Ramadhan.
YOGYAKARTA, opinijogja — Komunitas NoLimit Family bersama sejumlah wartawan di Yogyakarta menyalurkan wakaf Al-Qur’an ke sejumlah masjid, mushala, dan panti asuhan di wilayah Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari program wakaf Al-Qur’an yang dilaksanakan pada hari Jumat selama bulan Ramadhan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Beberapa lokasi yang menerima wakaf Al-Qur’an antara lain Masjid An Nur Pecit Rejo di Terong, Dlingo, Bantul; Majelis Taklim Al-Hidayah Kebo Sungu 1 Dlingo, Bantul; Mushala Al-Falaq di Mujamuju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta; serta Panti Asuhan Mafaza di Jalan Veteran, Warungboto, Kota Yogyakarta.
Perwakilan Komunitas NoLimit, Aji, menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam program wakaf tersebut dengan penuh keikhlasan.
“Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar NoLimit Family dan para donatur yang dengan ikhlas mewakafkan Al-Qur’an. Amanah ini telah kami laksanakan dengan baik tanpa kendala. Semoga menjadi amal kebaikan bagi para donatur, teman-teman wartawan yang turut membantu pendistribusian, serta semua pihak yang terlibat,” ujar Aji.
Ia berharap kegiatan wakaf Al-Qur’an tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi melalui wakaf kitab suci tersebut.
“Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan para donatur di dunia maupun di akhirat, memberikan kesehatan, keselamatan, umur panjang, serta rezeki yang berlimpah,” tambahnya.
Sementara itu, Takmir Mushala Al-Falaq Mujamuju, Hasan, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para donatur atas wakaf Al-Qur’an yang diberikan kepada jamaah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mewakafkan Al-Qur’an. InsyaAllah Al-Qur’an ini akan sangat bermanfaat bagi jamaah, dan pahalanya akan terus mengalir selama Al-Qur’an tersebut dibaca,” ungkap Hasan.
Menurutnya, wakaf Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir bagi para pemberinya.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu wartawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Muhammad Arifin, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan wakaf Al-Qur’an yang juga disertai pembagian takjil pada Jumat terakhir bulan Ramadhan.
“Alhamdulillah kegiatan wakaf Al-Qur’an dan berbagi takjil di Jumat terakhir bulan Ramadhan ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga menjadi amal jariyah bagi rekan-rekan jurnalis yang terlibat serta para donatur,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan meskipun bulan Ramadhan telah berakhir.
“InsyaAllah kegiatan seperti ini akan kami lanjutkan kembali setelah Ramadhan melalui program Jumat Berkah untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi di tengah masyarakat semakin tumbuh sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, khususnya di bulan suci Ramadhan.
(Ip/opinijogja)















