Foto: Bupati Sleman, Harda Kiswaya, tinjau langsung perbaikan ruas jalan Tempel – Klangon (12/01).
Sleman, opinijogja – Bupati Sleman Harda Kiswaya meninjau perbaikan jalan rusak di Dusun Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (12/1). Perbaikan dilakukan sebagai langkah sementara untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Harda didampingi Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman serta PT Adhi Karya. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat perbaikan pada titik-titik jalan berlubang.
Harda mengatakan, ruas jalan Tempel–Klangon merupakan kewenangan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY). Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap melakukan langkah perbaikan karena jalan tersebut berada di wilayah Sleman dan digunakan oleh masyarakat setiap hari.
“Karena ini menyangkut keselamatan warga, kami berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY. Walaupun kewenangannya ada di provinsi, kami tetap membantu perbaikan sementara,” kata Harda di sela peninjauan.
Perbaikan jalan dilakukan dengan metode tambal sulam sebagai solusi jangka pendek, sembari menunggu penanganan permanen dari pihak berwenang. Langkah ini difokuskan pada titik-titik kerusakan yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
Lurah Banyurejo, Saparjo, menyebut kerusakan jalan di wilayahnya kerap dikeluhkan warga. Kondisi tersebut diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi serta aktivitas kendaraan bertonase besar terkait proyek pembangunan jalan tol.
“Kondisi jalan berlubang cukup membahayakan, apalagi saat hujan. Karena itu kami berterima kasih atas respons cepat Pemkab Sleman dan PT Adhi Karya,” ujarnya.
Saparjo berharap Pemerintah Provinsi DIY bersama PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen dapat segera melakukan perbaikan secara menyeluruh pada ruas jalan Tempel–Klangon agar akses transportasi masyarakat kembali aman dan layak digunakan. (Ip/opinijogja)







