Bantul, opinijogja – Gagasan pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal kembali mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Pedukuhan Klatak, Kalurahan Gadingsari, Sanden, Bantul, Minggu (23/11).
Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Abidin Fikri, S.H., M.H., menilai langkah tersebut sebagai alternatif strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Menurut Abidin Fikri, desa wisata tidak bisa hanya mengandalkan proyek pembangunan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa potensi lokal, terutama di sektor pertanian, perikanan, hingga UMKM, harus menjadi pondasi utama.
“Desa tematik dapat dibangun melalui sentra budidaya ikan, perkebunan anggur dan durian, maupun komoditas unggulan lain. Kuncinya adalah partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan desa. Ujungnya tetap sama: keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pengembangan desa wisata harus diarahkan pada pergerakan ekonomi desa yang berkelanjutan. “Wisata desa harus lahir dari kekuatan masyarakat itu sendiri, bukan sekadar mengandalkan proyek. Potensi lokal harus dikelola, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat,” sambungnya.
Pemerhati seni, Suwalijo, menambahkan pentingnya kolaborasi lintas elemen untuk memperkuat identitas desa wisata.
Menurutnya, pemuda karang taruna bersama pemerintah desa, pelaku seni, dan UMKM dapat menciptakan kalender event tahunan berisi kegiatan olahraga, pentas budaya, hingga festival lokal.
“Event yang tersusun rapi mampu menumbuhkan perputaran ekonomi yang manfaatnya menyentuh banyak lapisan masyarakat,” ujarnya.
Lurah Gadingsari, Widodo S.P., M.Pd., menyambut baik wacana desa tematik yang selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Daerah DIY dalam menjadikan kawasan selatan sebagai “halaman depan” Yogyakarta.
“Dengan beroperasinya Jembatan Pandansimo dan rencana penyambungan jalur Kelok Delapan Belas sebagai bagian dari jalur nasional selatan, peluang Gadingsari semakin terbuka. Desa tematik dan kalender event dapat menjadi magnet wisata baru,” ungkap Widodo.
Ia menekankan bahwa dampak yang diharapkan tidak hanya sebatas meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pelaku seni, UMKM, dan petani di Gadingsari.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari perangkat desa, Pokdarwis, pelaku seni, dan pemuda karang taruna se-Gadingsari. (Ip/opinijogja)







