Foto: DPUPKP Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi proyek Peningkatan Jalan Sanggrahan–Manukan di Rumah Dukuh Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, sebagai upaya membangun komunikasi dengan masyarakat sebelum pelaksanaan pekerjaan fisik dimulai.
SLEMAN, opinijogja.id – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) menggelar sosialisasi proyek Peningkatan Jalan Anggajaya 2 Paket 12 Ruas Sanggrahan–Manukan (Gejayan–Manukan) di Rumah Dukuh Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan informasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan proyek sekaligus membangun komunikasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan warga yang terdampak selama proses pembangunan berlangsung.
Sosialisasi dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sleman Chisya Ayu Puspitaweni, Panewu Depok Rakhmat Harinawan, Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, jajaran DPUPKP Sleman, unsur TNI-Polri, penyedia jasa CV. Atmo Putro, konsultan pengawas CV. Citramatra Ardhitama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar lokasi proyek.
Proyek peningkatan Jalan Sanggrahan–Manukan merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Atmo Putro dengan nilai kontrak Rp2,47 miliar dan masa pelaksanaan 119 hari kalender sejak 30 Juni 2026. Adapun pengawasan proyek dilakukan oleh CV. Citramatra Ardhitama.
Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, mengatakan sosialisasi merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
“Kami berharap masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan dengan menjaga ketertiban dan turut mengawasi agar pekerjaan berjalan tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Panewu Depok Rakhmat Harinawan mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman, DPRD, pemerintah kalurahan, pelaksana proyek, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur.
“Komunikasi yang baik menjadi kunci agar pembangunan berjalan lancar. Kami juga mengajak masyarakat mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung dan menyampaikan masukan melalui jalur komunikasi yang telah disediakan,” katanya.
Perwakilan Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Aditya Al Fajar, menjelaskan pekerjaan diawali dengan pembangunan saluran drainase, dilanjutkan pengerukan badan jalan, pengecoran pada sejumlah titik, dan diakhiri pengaspalan menggunakan lapis aus Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC). Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.
Selain peningkatan badan jalan sepanjang sekitar 1,05 kilometer, proyek ini juga meliputi pembangunan drainase, pemasangan U-Ditch, perkerasan bahu jalan, pemasangan marka dan rambu lalu lintas, serta penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
DPUPKP Sleman mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas selama proses pembangunan berlangsung guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Sleman berharap proyek peningkatan Jalan Sanggrahan–Manukan dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Kapanewon Depok.
(Ip/opinijogja)









