Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menandatangani kesepakatan digitalisasi transaksi pendapatan dan belanja daerah dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) DIY di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

 

YOGYAKARTA, opinijogja.id – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) DIY di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat ekosistem digital pemerintahan melalui optimalisasi transaksi digital pada sektor pendapatan dan belanja daerah. Dalam kesempatan itu juga diluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah, yang dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan digitalisasi transaksi pendapatan dan belanja daerah oleh seluruh kepala daerah se-DIY.

Agenda tersebut bertujuan mempertahankan status Pemda Digital pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) DIY, meningkatkan transaksi non-tunai, serta menyusun strategi percepatan digitalisasi daerah sebagai tindak lanjut Rakornas P2DD 2025.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang digunakan pemerintah, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Teknologi hanyalah sarana. Nilainya terletak pada kemanfaatannya. Jangan sampai digitalisasi justru melahirkan berbagai sistem yang berjalan sendiri-sendiri,” tegas Sri Sultan.

Menurutnya, digitalisasi pemerintahan harus mampu meningkatkan pendapatan daerah, menata belanja lebih efektif, mempercepat pelayanan publik, memperkuat akuntabilitas, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Satgas Pangan DIY Intensifkan Pengawasan di Tengah Penurunan Produksi Cabai

Sri Sultan juga menekankan pentingnya integrasi data, keseragaman standar, dan keamanan informasi sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem digital di DIY. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, Bank BPD DIY, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi.

Selain menyediakan layanan transaksi, Bank BPD DIY diharapkan berperan aktif sebagai penghubung ekosistem digital melalui pendampingan pengguna, perluasan jaringan layanan, hingga peningkatan kapasitas aparatur.

Tak hanya itu, Sri Sultan mengingatkan agar transformasi digital tetap bersifat inklusif dengan memperhatikan kelompok lanjut usia, penyandang disabilitas, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses internet.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengungkapkan hasil asesmen menunjukkan Kabupaten Sleman telah berada pada kategori Digital dengan capaian sekitar 89 persen.

Meski demikian, menurut Danang, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar implementasi transaksi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman dapat berjalan secara optimal.

“Ini ada masukan dari BI dan Kemenko Perekonomian, transaksi digital saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian utama yang wajib dilakukan oleh pemerintah daerah demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Danang.

HLM TP2DD dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perwakilan Bank Indonesia DIY, para bupati dan wali kota se-DIY, Sekretaris Daerah DIY, Kepala BPKA, pimpinan OPD, jajaran direksi Bank BPD DIY, serta para kepala kantor cabang BPD se-DIY.

(Ip/opinijogja)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
PDAM Tirta Sembada Sleman Ungkap Strategi Tekan Kebocoran Air, Layanan 44 Ribu Pelanggan Tetap Optimal
DPUPKP Sleman Tegaskan Investasi Tak Boleh Langgar Tata Ruang, Pembangunan Berkelanjutan Jadi Prioritas
DLH Sleman Luncurkan Aplikasi SIOSESTU, Pengelolaan Sampah Kini Berbasis Data Digital
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:17 WIB

Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page