Pemkab Kulon Progo Resmi Luncurkan GORA BANGSA, Strategi Baru Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi di Festival Pantai Congot 2026

- Penulis

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko memberikan sambutan saat peluncuran GORA BANGSA pada Sambanggo Festival Pantai Congot 2026 sebagai langkah memperkuat kolaborasi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kulon Progo.

 

KULON PROGO, opinijogja.id – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata sukses menggelar Sambanggo Festival Pantai Congot 2026 di kawasan Pantai Congot, Minggu (28/6/2026). Ribuan masyarakat memadati lokasi festival yang menghadirkan beragam kegiatan sekaligus menjadi momentum peluncuran GORA BANGSA (Gotong Royong Kolaborasi Membangun Pariwisata) sebagai inovasi baru dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

Festival berlangsung semarak dengan berbagai agenda, mulai dari Senam Sehat, Lomba Mewarnai Piala Bupati Kulon Progo, Yoga Sunset Golden Flow, Gerakan Kebersihan Pantai, hingga penyerahan peralatan kebersihan dan tempat sampah kepada Desa Wisata Jangkaran dan Glagah.

Peluncuran GORA BANGSA menjadi tonggak baru transformasi pembangunan pariwisata Kulon Progo yang mengedepankan semangat gotong royong melalui kolaborasi pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Secara historis, nama GORA BANGSA berasal dari kentongan pusaka Kabupaten Kulon Progo yang pernah menjadi ibu kota di Pengasih pada 1912. Kentongan tersebut digunakan sebagai media seleksi calon pemimpin. Masyarakat meyakini bahwa seseorang yang mampu memasukkan kedua tangan ke dalam mulut kentongan dan menariknya kembali dengan mudah memiliki hati dan pikiran yang jujur serta bersih. Secara harfiah, “Gora” berarti hebat dan “Bangsa” berarti daerah, sehingga GORA BANGSA dimaknai sebagai gerakan menuju daerah yang hebat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sutarman, mengatakan GORA BANGSA merupakan inovasi yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pariwisata yang maju dan berkelanjutan.

“Pariwisata bukan hanya menjadi urusan Dinas Pariwisata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Melalui GORA BANGSA kami ingin menghadirkan ekosistem kolaboratif yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Gantikan Susmiarto, Abu Bakar Resmi Menjadi Sekda Kabupaten Sleman

Menurut Sutarman, implementasi GORA BANGSA akan dijalankan melalui lima dimensi utama, yakni GORA Creative yang mengembangkan paket wisata berbasis potensi lokal, GORA Digital untuk memperkuat layanan digital dan pembayaran non-tunai di destinasi wisata, GORA Content guna meningkatkan kualitas konten digital dan storytelling destinasi, GORA Event yang mendorong penyelenggaraan agenda wisata kolaboratif bersama dunia usaha, serta GORA Green yang berfokus pada pengembangan destinasi wisata berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menegaskan pemerintah daerah terus memperkuat sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan sektor pariwisata berjalan lebih terpadu serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berbahagia hari ini semua pihak hadir dan berkomitmen mengembangkan pariwisata melalui semangat gotong royong dan kolaborasi untuk mewujudkan destinasi yang ramah, berbudaya, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan lokal maupun nasional. Harapannya, kemajuan sektor wisata akan membawa Kulon Progo menjadi kabupaten yang semakin sejahtera dan masyarakatnya semakin makmur,” katanya.

Selain menjadi ajang promosi destinasi, Festival Pantai Congot 2026 juga memperkuat branding kawasan pesisir tersebut sebagai destinasi wisata yang memadukan keindahan alam, olahraga, budaya, serta ekonomi kreatif. Kehadiran pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat lokal diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pariwisata.

Melalui peluncuran GORA BANGSA, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo optimistis kolaborasi lintas sektor akan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kualitas destinasi, jumlah kunjungan wisatawan, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi menuju terwujudnya Kulon Progo sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing nasional hingga mampu menembus pasar pariwisata global.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional
DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah
Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi
Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya
Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa
Jeep Wisata Wage Adventure di Jalur Dam Sabo Watu Gede Dongkrak Ekonomi UMKM Argomulyo
Strategi Pemkab Sleman Hadapi Efisiensi Anggaran, Sekda Abu Bakar: UMKM Go Digital dan Infrastruktur Jadi Prioritas
DPUPKP Sleman Ungkap Strategi Tetap Bangun Infrastruktur Meski Anggaran Terbatas, Tambahan Dana Jalan Diusulkan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:24 WIB

Ketua DPRD Sleman Soroti Dominasi Influencer atas Media, Dorong Penguatan Jurnalisme Profesional

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

DPRD Sleman: Penguatan Kompetensi Media dan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:04 WIB

Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Sri Sultan: Digitalisasi Harus Permudah Rakyat, Bukan Tambah Aplikasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:56 WIB

Yogyakarta Bidik Lonjakan Wisatawan, PHRI DIY Gelar Business Matching di Surabaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:16 WIB

Bupati Sleman Buka TMMD Sengkuyung 2026, Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page