Sleman Perketat Pengawasan Kurban 2026, PMK hingga Limbah Penyembelihan Jadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jumpa Pers persiapan menjelang hari raya Idul Adha 2026, Pemkab Sleman perketat pengawasan hewan qurban, Kamis (21/05).

 

SLEMAN, opinijogja — Menjelang Hari Raya Idul adha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman memperketat pengawasan hewan kurban untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan layak. Pengawasan dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan ternak, pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK), hingga pengelolaan limbah penyembelihan agar tidak mencemari lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam jumpa pers bertajuk “Kurban Berkualitas untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Aula Dinas Pertanian, Kamis (21/5/2026).

Hadir sebagai narasumber Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sugeng Riyanta, serta Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan pengawasan kesehatan hewan kurban telah dilakukan sejak jauh hari melalui pemeriksaan rutin di pasar hewan maupun lapak penjualan ternak.

Menurutnya, ancaman PMK masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah meski kondisi di Sleman mulai terkendali.

“PMK di Sleman belum sepenuhnya selesai. Karena itu vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan terus kami lakukan,” ujar Rofiq.

Pemkab Sleman juga menerapkan pemeriksaan ketat terhadap seluruh hewan yang masuk pasar ternak. Hewan yang terindikasi sakit langsung diminta keluar atau diputar balik guna mencegah penyebaran penyakit.

Selain PMK, kewaspadaan terhadap potensi antraks turut diperkuat, khususnya di wilayah perbatasan. Ratusan sapi dan kambing di kawasan rawan telah menjalani vaksinasi sebagai langkah antisipasi.

Untuk mendukung pengawasan selama Iduladha, Dinas Pertanian menyiapkan 331 personel yang terdiri dari dokter hewan, paramedis veteriner, penyuluh, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan. Mereka akan melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan di lokasi kurban.

Baca Juga:  Kirab Budaya HUT ke-80 Sri Sultan HB X, Polda DIY Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Malioboro Mulai Pukul 06.00 WIB

“Petugas akan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di lokasi penyembelihan hewan kurban,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sugeng Riyanta mengajak panitia kurban mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging.

Pemkab Sleman mendorong masyarakat menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, maupun wadah guna ulang lainnya.

“Kami ingin pelaksanaan kurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran,” ujar Sugeng.

DLH Sleman juga meminta panitia menyediakan lubang khusus untuk pembuangan limbah pemotongan seperti darah dan jeroan agar tidak dibuang ke sungai maupun saluran air.

Menurut Sugeng, limbah kurban yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Limbah organik seperti jeroan dan darah sangat berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Sleman memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi selama hewan dalam kondisi sehat dan proses pengolahan dilakukan dengan benar.

dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus menjelaskan hewan sehat umumnya terlihat aktif, tidak kurus, tidak cacat, memiliki nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa atau mata merah.

Ia juga mengingatkan petugas penyembelihan menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan memakai masker apabila sedang sakit.

“Daging tetap aman dikonsumsi apabila dimasak hingga matang sempurna,” jelasnya.

Menurut Lina, bakteri maupun parasit seperti cacing hati dapat mati pada suhu tinggi. Karena itu masyarakat diminta memastikan daging dimasak benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

Sebagai langkah akhir, Pemkab Sleman tengah menyiapkan surat edaran Bupati yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kurban sehat dan ramah lingkungan pada Idul adha 2026.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor
HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong
Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang
JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama
Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan
Pemkab Sleman dan Dunia Usaha Salurkan Bantuan TJSP Rp6,7 Miliar di HUT ke-81 RI
Kemarau Panjang Ancam Sleman, 4 Kapanewon Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Mau Pasang PDAM di Sleman? Agustus 2026 Cukup Rp750 Ribu, Ini Ketentuannya
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Bupati Sleman Dorong Pasar Godean Makin Nyaman dan Ramai, Pedagang Diminta Berani Lapor

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:06 WIB

HUT ke-81 RI di Guling Meriah, Yani Fathurrahman Ajak Warga Jaga Persatuan dan Gotong Royong

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Persatuan di Puncak HUT ke-81 RI di Karanggawang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:27 WIB

JDIH Award Kalurahan Sleman 2026: Ambarketawang Raih Peringkat Pertama

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Pemkab Sleman Siap Pasarkan Batik Karya Warga Binaan Lapas Cebongan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page