Foto: Anggota DPRD Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan, bersama istri dan kedua putranya.
Sleman, opinijogja – Anggota DPRD Kabupaten Sleman Wahyudi Kurniawan mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Askab PSSI Sleman periode 2026–2030 di kantor Asprov PSSI DIY, Rabu (18/2/2026).
Wahyudi datang bersama istri dan dua putranya saat menyerahkan berkas pendaftaran. Ia mengatakan kehadiran keluarga menjadi bagian dari dukungan moral dalam langkahnya kembali maju memimpin organisasi sepak bola di tingkat kabupaten tersebut.
“Saya tidak bisa melakukan apa pun tanpa dukungan mereka. Mengelola sepak bola itu harus dilandasi kecintaan dan totalitas, sebagaimana mengurus keluarga,” ujar Wahyudi.
Wahyudi Kurniawan, S.IP, lahir di Sleman, 25 Juni 1983. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional, FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan lulus pada 2006. Selain aktif di dunia politik sebagai kader PDI Perjuangan, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang merintis usaha sablon dan desain grafis hingga berkembang menjadi Grup Planet Biru dengan ratusan karyawan.
Pada Pemilu 14 Februari 2024, Wahyudi meraih 16.469 suara dan menjadi peraih suara terbanyak untuk tingkat DPRD Kabupaten Sleman.
Di bidang olahraga, Wahyudi telah memimpin Askab PSSI Sleman selama dua periode, yakni 2018–2021 dan 2021–2025. Di bawah kepemimpinannya, kontingen sepak bola dan futsal Sleman meraih tiga medali emas pada Porda DIY XVII dan Peparda DIY IV 2025, masing-masing dari cabang sepak bola putra serta futsal putra dan putri.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil pembinaan berjenjang yang terus diperkuat, mulai dari kompetisi usia dini, liga remaja, liga futsal, hingga peningkatan kapasitas pelatih dan wasit.
“Pencapaian itu menjadi pijakan untuk level yang lebih tinggi. Pembinaan harus berkelanjutan dan dievaluasi secara rutin agar prestasi tidak bersifat sesaat,” katanya.
Dalam pencalonannya kali ini, Wahyudi menargetkan penguatan tata kelola organisasi yang profesional dan transparan, digitalisasi administrasi, serta pemerataan infrastruktur sepak bola di Sleman. Program tersebut, lanjutnya, tetap merujuk pada statuta FIFA dan PSSI serta selaras dengan RPJMD Kabupaten Sleman.
Ia juga menekankan pentingnya sepak bola sebagai ruang pembentukan karakter, termasuk sportivitas, fair play, kerja sama, dan integritas.
“Saya ingin sepak bola Sleman terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi prestasi daerah maupun nasional,” ujarnya.
Pendaftaran calon Ketua Askab PSSI Sleman periode 2026–2030 dijadwalkan berlangsung sesuai tahapan yang ditetapkan Asprov PSSI DIY. (**/opinijogja)















