Foto: dokumen Kominfo Kulon progo.
Kulon Progo, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 3 IPSI Pelajar. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga prestasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi pelajar sejak usia dini.
Kejuaraan yang digelar di GOR Cangkring, Jumat (9/1/2026), diikuti ratusan atlet pelajar dari berbagai sekolah dan perguruan silat se-Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembinaan atlet muda dalam rangka menyiapkan regenerasi pencak silat daerah.
Sebanyak 253 atlet pelajar ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Januari 2026. Mereka terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni usia dini/SD sebanyak 78 peserta, pra-remaja/SMP 85 peserta, serta remaja/SMA–SMK sebanyak 90 peserta.
Ketua Panitia Kejuaraan, Arif Hidayat, mengatakan bahwa Bupati Cup 3 tidak semata mengejar prestasi, melainkan juga membangun mental juara dan kebersamaan antarpelajar.
“Kejuaraan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan atlet pelajar untuk menyongsong POPDA tingkat kabupaten dan DIY tahun 2026. Kami mengapresiasi dukungan orang tua, pelatih, panitia, dan para sponsor,” ujar Arif.
Kejuaraan secara resmi dibuka oleh Bupati Kulon Progo, Dr. H. R. Agung Setyawan. Dalam sambutannya, Agung menyampaikan apresiasi kepada para atlet muda yang dinilainya telah memilih jalur positif melalui olahraga pencak silat di tengah tantangan era digital.
“Kalian adalah generasi pilihan. Saat banyak anak menghabiskan waktu dengan gawai, kalian berani berkomitmen, disiplin, dan konsisten membentuk karakter juara,” kata Agung.
Ia menegaskan bahwa esensi kejuaraan bukan semata soal menang atau kalah, melainkan proses pembentukan mental dan karakter.
“Menang atau belum menang, pertandingan ini adalah proses pembelajaran untuk membuktikan bahwa kalian adalah juara sejati,” ujarnya.
Agung juga berpesan agar atlet yang meraih kemenangan tidak cepat berpuas diri, sementara atlet yang belum berhasil diminta tetap percaya diri dan terus berlatih.
“Yang menang jangan sombong, yang belum menang jangan berkecil hati. Kalian semua tetap juara,” tegasnya.
Menutup sambutan, Bupati Kulon Progo mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keselamatan, dan bertanding dengan kemampuan terbaik. Ia optimistis kejuaraan ini akan melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga tingkat nasional.
(Ip/opinijogja)















