Foto: Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, memberikan keterangan kepada awak media usai jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan progres perbaikan jalan di sejumlah ruas prioritas menjelang arus mudik Lebaran 2026 telah mencapai sekitar 80 persen.
SLEMAN, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) terus mempercepat pemeliharaan jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hingga awal Maret, progres perbaikan jalan pada sejumlah ruas prioritas telah mencapai sekitar 80 persen.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, menyampaikan hal tersebut saat jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026).
Fauzan menjelaskan, sebelum memasuki bulan Ramadan, tim Bina Marga telah melakukan survei terhadap ruas-ruas jalan utama yang diperkirakan menjadi jalur mudik serta jalur wisata di wilayah Sleman.
“Pada tahap awal sebelum bulan puasa, tim kami telah melakukan survei lokasi ruas jalan utama yang menjadi jalur mudik dan jalur wisata. Dari hasil survei tersebut kemudian disusun daftar prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerusakan jalan,” ujar Fauzan.
Berdasarkan hasil survei tersebut, DPUPKP Sleman kemudian melaksanakan pemeliharaan rutin jalan dengan memprioritaskan ruas-ruas yang mengalami kerusakan paling signifikan.
Ia menuturkan, pemerintah daerah menargetkan seluruh perbaikan jalan pada jalur utama dapat diselesaikan paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Progres perbaikan sampai dengan hari ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Target kami selesai H-7 sebelum Lebaran agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun aktivitas wisata dapat lebih nyaman,” katanya.
Fauzan menambahkan, kegiatan pemeliharaan jalan tersebut tersebar di 17 kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman.
Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih menghadapi kendala cuaca. Curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Sleman membuat proses perbaikan jalan tidak selalu dapat berjalan maksimal.
“Kendala utama saat ini masih musim hujan, sehingga pekerjaan di lapangan kadang kurang maksimal,” jelasnya.
Terkait kerusakan jalan pada ruas Kalasan–Cangkringan, Fauzan menyebut sebagian ruas yang terdampak proyek pembangunan jalan tol mulai diperbaiki oleh pihak kontraktor.
“Untuk jalan di wilayah Cangkringan yang terdampak proyek tol, perbaikan sudah mulai dilakukan oleh PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek jalan tol,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan jalan yang sedang berlangsung dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik dan perayaan Lebaran.
“Harapannya warga bisa mudik dan berlebaran dengan lancar tanpa terganggu kondisi jalan yang rusak,” kata Fauzan.
(Ip/opinijogja)















