Foto: Destinasi wisata Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten.Selama Lebaran 2026, jumlah pengunjung tembus 53.600 wisatawan, menjadikannya destinasi favorit kedua di Klaten setelah Prambanan.
KLATEN, opinijogja – Destinasi wisata Rowo Jombor menjadi salah satu primadona selama libur Lebaran 2026 di Kabupaten Klaten. Dengan jumlah kunjungan mencapai 53.600 wisatawan, Rowo Jombor menempati peringkat kedua terbanyak setelah Candi Prambanan yang mencatat 130.640 pengunjung.
Hal tersebut disampaikan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Jumat, (03/04/2026).
“Kami bersyukur, kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini meningkat. Ini tentu berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata,” ujar Hamenang.
Ia menegaskan, tren positif ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Klaten terus berkembang dan semakin diminati wisatawan.
“Klaten bukan hanya sekadar tempat singgah, tapi kini mulai menjadi tujuan wisata. Pelan tapi pasti,” tegasnya.
Rowo Jombor menjadi salah satu destinasi yang paling diminati wisatawan selama periode libur Lebaran. Dengan total 53.600 pengunjung, objek wisata ini menempati posisi kedua terbanyak di Kabupaten Klaten.
Dikenal dengan konsep wisata air yang dipadukan dengan kuliner terapung, Rowo Jombor menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati suasana santai di atas perairan.
Selain Rowo Jombor, destinasi lain seperti Umbul Pelem juga mencatat angka kunjungan yang cukup tinggi, yakni sebanyak 35.650 wisatawan. Umbul ini menjadi favorit karena menawarkan kolam alami dengan air jernih dan suasana yang asri.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klaten selama libur Lebaran 2026 mencapai sekitar 555.480 orang, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Hamenang, capaian ini menjadi indikator kuat bahwa Klaten semakin kompetitif sebagai destinasi wisata di Jawa Tengah.
“Ke depan, kami akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur, kebersihan, maupun pelayanan agar wisatawan semakin nyaman berkunjung ke Klaten,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Klaten berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
“Klaten bukan hanya sekadar tempat singgah, tapi kini mulai menjadi tujuan wisata. Pelan tapi pasti.” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















