Foto:Wakil Bupati Kulon Progo menyerahkan secara simbolis bantuan hibah pembangunan masjid senilai Rp15 juta dalam kegiatan Safari Jumat Tingkat Kabupaten 2026 di Masjid Al-Barokah, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, Jumat (23/1/2026).
Kulon Progo, opinijogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mengawali kalender kegiatan tahun 2026 dengan menggelar Safari Jumat Tingkat Kabupaten. Masjid Al-Barokah di Dusun Bebekan, Kalurahan Glagah, Kapanewon Temon, menjadi lokasi perdana dari total 35 titik Safari Jumat yang direncanakan sepanjang tahun ini, Jumat (23/1/2026).
Safari Jumat kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko. Selain menunaikan ibadah, rombongan Pemkab juga menyalurkan sejumlah bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kulon Progo menyerahkan bantuan hibah pembangunan fisik masjid senilai Rp15 juta. Tak hanya itu, melalui sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo, disalurkan pula santunan kepada sembilan warga dhuafa serta jaminan perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi dua orang marbot masjid.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kulon Progo, Jazil Ambar Was’an, menjelaskan bahwa pemberian jaminan sosial kepada marbot masjid merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi kelompok masyarakat rentan secara ekonomi.
“Marbot masjid sering kali bekerja dengan keterbatasan ekonomi. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, mereka mendapatkan perlindungan jika terjadi risiko, termasuk santunan kematian antara Rp42 juta hingga Rp70 juta serta beasiswa pendidikan untuk dua orang anak hingga lulus sekolah,” ujar Jazil.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko menegaskan bahwa Safari Jumat merupakan sarana bagi pemerintah daerah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, sekaligus memperkuat ikatan sosial dan keagamaan.
Di tengah isu kebencanaan, khususnya potensi gempa megathrust yang kerap meresahkan warga pesisir, Ambar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
“Panjenengan tidak perlu risau berlebihan dengan isu-isu yang berkembang. Mari kita bersama-sama berdoa agar Kulon Progo senantiasa dijauhkan dari bencana dan tetap dalam keadaan adem, ayem, dan tentrem,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan serta memperkuat silaturahmi antarwarga. Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Dalam pemerintahan kami, insya Allah tidak akan membebani masyarakat. Jika ada persoalan, komunikasikan mulai dari tingkat lurah hingga kabupaten. Kami ingin seluruh elemen masyarakat guyub rukun membangun Kulon Progo,” tambah Ambar.
Rasa syukur disampaikan salah satu penerima bantuan Baznas, Riatmi, warga Kretek, Kalurahan Glagah. Lansia yang tinggal di RT 13 RW 07 tersebut mengaku bantuan biaya hidup sangat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.
“Saya sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Semoga bantuan ini membawa manfaat,” ungkap Riatmi.
Pemkab Kulon Progo berharap Safari Jumat terus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat terserap secara optimal melalui pendekatan religius demi mewujudkan Kulon Progo yang lebih sejahtera.
(Ip/opinijogja)















