Foto: Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto.
SLEMAN, opinijogja — Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat ketahanan pangan berbasis pertanian dan perikanan lokal guna memastikan ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau secara berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan penguatan ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada akses, pemanfaatan, serta stabilitas pasokan.
“Ketahanan pangan harus dibangun dari desa. Kami mendorong optimalisasi potensi lokal, baik pertanian maupun perikanan, agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Rofiq, strategi yang diterapkan meliputi penggunaan benih unggul, penerapan pola tanam yang tepat, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu. Di sektor perikanan, pengembangan budidaya dilakukan melalui kolam terpal, sistem bioflok, serta pola pertanian terintegrasi seperti mina padi.
Ia menambahkan, penguatan kelembagaan kelompok tani dan Gapoktan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing petani.
“Kelompok tani yang kuat akan meningkatkan daya tawar, mempermudah akses permodalan, serta mempercepat adopsi inovasi. Dengan begitu, produktivitas dan pendapatan petani bisa meningkat,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong percepatan regenerasi petani muda melalui pelatihan teknis, manajemen usaha, literasi keuangan, hingga pemasaran digital.
“Pertanian harus dipandang sebagai sektor yang modern dan menjanjikan. Kami ingin generasi muda melihat pertanian sebagai peluang usaha yang prospektif,” tandasnya.
(Ip/opinijogja)















