Foto: Kepala Subbagian Humas PDAM Tirta Sembada Sleman, Rina Wijayanti, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kesiapan pasokan air bersih menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Kantor PDAM Sleman, Senin (23/02/2026).
SLEMAN, opinijogja – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Kabupaten Sleman memastikan kesiapan pasokan air bersih menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 dengan mengantisipasi potensi lonjakan kebutuhan, khususnya dari sektor niaga.
Kepala Subbagian Humas PDAM Tirta Sembada Sleman, Rina Wijayanti, di Sleman, mengatakan konsumsi air selama Ramadan masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor rumah tangga.
“Kalau selama Ramadan ini belum begitu signifikan. Kemungkinan puncaknya saat Lebaran, di situ baru terlihat kenaikannya,” kata Rina, Senin (23/02/2026).
Menurut dia, lonjakan permintaan diperkirakan terjadi saat puncak arus libur Lebaran pada 18–23 April 2026, terutama dari sektor perhotelan dan penginapan.
Wilayah Depok dan kawasan Jalan Magelang menjadi titik fokus pengawasan distribusi karena merupakan pusat hotel dan aktivitas komersial di Kabupaten Sleman. Saat ini, sekitar 90 hotel tercatat sebagai pelanggan PDAM. Meski sebagian hotel memiliki sumber air mandiri, PDAM tetap menyiagakan pasokan sebagai cadangan.
Untuk menjaga ketersediaan air, PDAM Sleman telah mengoptimalkan kapasitas produksi guna melayani sekitar 46.000 pelanggan. Kapasitas total sumber air saat ini mencapai 780 liter per detik (lps), termasuk tambahan debit sekitar 70 lps yang dilakukan secara bertahap sejak awal tahun.
Selain itu, PDAM juga memanfaatkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional serta memperkuat sistem pemantauan distribusi guna mengantisipasi lonjakan pemakaian pada jam-jam puncak, seperti saat sahur dan berbuka puasa.
Dalam siaran pers Februari 2026, PDAM Tirta Sembada juga menyampaikan adanya perubahan tarif pemasangan sambungan baru reguler dari sebelumnya Rp1.517.000 menjadi sekitar Rp1.300.000. Kebijakan yang mulai berlaku sejak November 2025 tersebut bertujuan memperluas jangkauan layanan dan memberikan keringanan bagi calon pelanggan baru.
Di sisi pengembangan layanan, PDAM Sleman menargetkan penambahan 3.000 pelanggan baru pada 2026, setelah pada 2025 berhasil menambah sekitar 2.000 pelanggan.
Untuk memastikan pelayanan tetap optimal selama masa mudik dan libur Lebaran, PDAM menyiagakan tim teknis yang siap melakukan penanganan gangguan secara cepat (on call). Layanan pengaduan daring tetap beroperasi dan dipantau petugas selama 24 jam, termasuk pada hari libur.
PDAM mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila terjadi gangguan layanan agar dapat segera ditangani.
(Ip/opinijogja)















