Foto: Warga menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Perum BULOG di Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, Kamis (26/2/2026).
YOGYAKARTA, opinijogja – Perum BULOG Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat setelah periode Lebaran.
Penyaluran bantuan pangan dilakukan pada Kamis (26/2/2026) di Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, dengan total 991 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Dalam program tersebut, setiap PBP menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026. Program ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan pokok di masyarakat.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan bahwa percepatan penyaluran bantuan menjadi strategi penting untuk mengendalikan kondisi pasar pasca Lebaran.
“Pasca Idul Fitri, kami menggenjot penyaluran bantuan pangan sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. BULOG juga memastikan stok pangan dalam kondisi aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, BULOG berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.
“Kami memastikan program ini berjalan berkelanjutan, termasuk setelah HBKN, agar masyarakat tetap mendapatkan akses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” tambahnya.
Selain di Kota Yogyakarta, penyaluran bantuan pangan juga dilakukan secara serentak di wilayah kerja lainnya. Kantor Cabang Banyumas menyalurkan bantuan di Desa Klapagada, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, sementara Kantor Cabang Magelang melaksanakan penyaluran di Desa Bejiarum, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.
Percepatan distribusi bantuan ini dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meringankan beban pengeluaran rumah tangga setelah Lebaran. Di sisi lain, program ini juga berperan menjaga keseimbangan pasokan di pasar sehingga potensi kenaikan harga dapat ditekan.
Secara lebih luas, program bantuan pangan ini merupakan bagian dari pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Perum BULOG dalam menjaga kesinambungan rantai pasok pangan nasional, mulai dari tingkat petani hingga konsumen.
Melalui langkah ini, BULOG bersama pemerintah terus berupaya memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sekaligus menjamin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok secara aman dan terjangkau, baik sebelum maupun setelah momentum Lebaran.
(Ip/opinijogja)















