Foto: Petugas melakukan penarikan retribusi di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan Pantai Parangtritis saat libur Lebaran 2026, seiring meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke destinasi pantai selatan Bantul.
BANTUL, opinijogja – Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat total kunjungan wisatawan selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada 18–24 Maret 2026 mencapai 80.333 orang. Dari jumlah tersebut, pendapatan yang diperoleh dari sektor pariwisata mencapai Rp1.162.328.500.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Septari Nursetiani, menyampaikan bahwa kunjungan wisata masih didominasi kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok sebagai destinasi unggulan di wilayah selatan Bantul.
“Dominasi kunjungan masih berada di kawasan Pantai Parangtritis dan Depok, kemudian disusul kawasan pantai wilayah barat serta objek wisata goa,” ujarnya.
Adapun sejumlah destinasi yang menjadi tujuan wisatawan selama periode libur Lebaran tersebut antara lain kawasan Pantai Parangtritis dan Depok, Pantai Samas, Pantai Pandansari, Pantai Goa Cemara, Pantai Cangkring, Pantai Baru, Pantai Pandansimo, serta kawasan Goa Selarong dan Goa Cerme.
Selain mencatat jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata Bantul juga melaporkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi hingga 24 Maret 2026 telah mencapai Rp4.865.696.000. Sementara itu, target PAD sektor pariwisata Bantul pada tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp29.013.473.000.
Septari menambahkan, jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya, jumlah hari libur pada 2026 relatif lebih singkat. Pada tahun ini, masa libur setelah Lebaran hanya berlangsung hingga H+2, sedangkan pada 2025 durasi libur lebih panjang.
Kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan, meskipun destinasi unggulan seperti Pantai Parangtritis tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bantul.
Pemerintah Kabupaten Bantul berharap tren kunjungan wisata akan terus meningkat pada periode libur berikutnya, seiring dengan berbagai upaya pengembangan destinasi dan peningkatan fasilitas pendukung pariwisata.
(Ip/opinijogja)















