Foto: Ketua PHRI Gunungkidul Sunyata, SH.
Gunungkidul, opinijogja – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunungkidul mengimbau pelaku usaha pariwisata untuk menjaga kenyamanan, keamanan, serta transparansi harga menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketua PHRI Gunungkidul Sunyata, S.H. mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan menghadapi libur akhir tahun. Namun, PHRI menekankan komitmen pelayanan yang jujur kepada wisatawan.
“Kami tidak ada persiapan khusus. Yang kami tekankan kepada seluruh anggota PHRI adalah menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan,” kata Sunyata, Rabu (17/12/2025).
Ia menegaskan, hotel dan restoran wajib menampilkan daftar menu beserta harga secara jelas. Jika terdapat penyesuaian harga selama periode libur Nataru, pelaku usaha diminta mencantumkan besaran kenaikan secara terbuka, baik di daftar menu maupun di area yang mudah terlihat wisatawan.
“Kalau ada kenaikan harga, harus ditulis di daftar menu. Berapa persen kenaikannya juga harus jelas,” ujarnya.
Selain itu, PHRI mendorong anggotanya melakukan pembenahan tempat usaha, terutama terkait kebersihan dan kerapian, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
PHRI Gunungkidul berharap libur Nataru tahun ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Gunungkidul, termasuk wisatawan yang memilih menginap, sehingga berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat.
Sunyata juga mengingatkan wisatawan untuk mewaspadai potensi cuaca buruk. Curah hujan diperkirakan meningkat selama periode libur akhir tahun.
“Kami mengimbau wisatawan membawa perlengkapan seperti payung, jas hujan, pakaian ganti, dan obat-obatan. Tetap berhati-hati saat berwisata,” katanya.
PHRI Gunungkidul menyatakan siap membantu wisatawan yang membutuhkan informasi terkait hotel dan restoran yang direkomendasikan di wilayah tersebut. Informasi dapat diperoleh melalui PHRI Gunungkidul di nomor 087 738 743 108.
(Ip/opinijogja).















