Foto: Sejumlah armada jeep wisata terparkir di basecamp Wage (Watu Gede) Adventure Merapi di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (14/3/2026). Pengelola bersama Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi menyiapkan ratusan kendaraan wisata yang telah melalui pengecekan kelayakan untuk melayani wisatawan di kawasan lereng Gunung Merapi menjelang libur Lebaran 2026.
SLEMAN, opinijogja — Menjelang libur Lebaran 2026, pengelola wisata Wage (Watu Gede) Adventure Merapi di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman terus mematangkan berbagai persiapan.
Selain menambah sejumlah spot foto baru, pengelola juga melakukan pengecekan kondisi armada jeep wisata untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima saat melayani wisatawan di kawasan lereng Gunung Merapi.
Kepala Desa Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, mengatakan pengecekan kendaraan dilakukan melalui proses scrutineering atau pemeriksaan teknis kendaraan.
“Pengecekan ini kami lakukan agar tidak ada kendala dalam pelayanan kepada pengunjung. Keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kepuasan pengunjung menjadi prioritas utama,” ujar Danang saat ditemui di rest area Wage Adventure Merapi Argomulyo, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, menghadapi potensi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran, pengelola juga melakukan sejumlah pembenahan di kawasan wisata.
Beberapa persiapan yang dilakukan antara lain penataan base camp, penambahan spot foto, perbaikan jalur wisata, serta pengecekan kelayakan armada jeep beserta perlengkapan keselamatannya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi, Daldiri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 1.525 unit jeep wisata yang siap melayani wisatawan selama libur Lebaran.
Menurutnya, seluruh kendaraan tersebut sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan kendaraan atau ram check.
“Untuk AJWLM, kesiapan sudah kami siapkan. Kurang lebih ada 1.525 jeep yang sudah ready. Sebelumnya masing-masing kendaraan sudah kami lakukan ram check dan semuanya dinyatakan layak,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan wisata lereng Merapi.
“Kami juga menyiapkan jalur alternatif agar tidak terjadi kemacetan atau kendaraan berhenti total, terutama di jalur dari Umbulharjo hingga ke arah barat menuju Kalikuning,” ujarnya.
Ia berharap momentum libur Lebaran tahun ini dapat membawa dampak positif bagi para pelaku wisata jeep di kawasan lereng Merapi.
“Semoga Lebaran ini membawa keberkahan bagi rekan-rekan jeep wisata, baik yang tergabung di AJWLM maupun di kawasan Watu Gede Argomulyo,” katanya.
Meski demikian, ia memperkirakan lonjakan wisatawan saat Lebaran tidak sebesar saat libur Natal dan Tahun Baru. Biasanya kunjungan wisatawan mulai meningkat sejak H-2 hingga sekitar 10 hari setelah Lebaran.
(Ip/opinijogja)















