Foto: Kerusakan rumah warga dan lingkungan di Selomartani, Kalasan, Sleman, akibat hujan lebat disertai angin kencang, Sabtu (31/1/2026). Sejumlah pohon tumbang menimpa bangunan dan menutup akses jalan, sementara rangka atap rumah terlihat rusak parah akibat tertimpa material. (Foto: Dok. Warga)
Sleman, opinijogja – Hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026) siang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan pohon tumbang, merusak rumah warga dan fasilitas umum. Salah satu rumah yang terdampak diketahui milik seorang wartawan media online di Yogyakarta, dengan kerusakan cukup parah akibat tertimpa pohon.
Peristiwa cuaca ekstrem ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY telah mengeluarkan peringatan dini pada pukul 13.36 WIB terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Sleman.
Akibat hujan lebat dan angin kencang tersebut, dampak paling luas tercatat terjadi di Kapanewon Kalasan dan Ngemplak. Di wilayah Kalasan, kerusakan meliputi Kalurahan Tirtomartani, Selomartani, Tamanmartani, dan Purwomartani. Puluhan pohon tumbang menimpa rumah warga, warung, kandang ternak, jaringan listrik, serta menutup akses jalan kampung.
Selain rumah warga, fasilitas umum juga terdampak. Di SMPN 2 Kalasan, pagar sekolah dilaporkan roboh sepanjang kurang lebih 100 meter. Dua ruang kelas serta satu ruang laboratorium TIK juga mengalami kebocoran akibat hujan deras dan terpaan angin.
Sementara itu, di Kapanewon Ngemplak, angin kencang menyebabkan atap sebuah toko pupuk di wilayah Bimomartani beterbangan. Pohon-pohon berdiameter besar juga tumbang dan menutup akses jalan di beberapa titik. Bahkan, salah satu pohon dilaporkan menimpa sebuah mobil dan teras rumah warga di Kalurahan Sindumartani.
Di tengah kerusakan tersebut, salah satu warga terdampak, Iwan, yang juga berprofesi sebagai wartawan media online di Yogyakarta, mengungkapkan kondisi rumahnya yang rusak parah akibat pohon tumbang di wilayah Selomartani.
“Rumah saya di Jalan Arjuna No. 88 Selomartani, pohon di depan rumah tumbang semua. Akses tidak bisa dilewati, bagian depan rumah sampai rumah samping hancur,” ujar Iwan kepada Opinijogja, Sabtu (31/1/2026).
Selain kerusakan material, peristiwa ini juga menimbulkan korban luka. BPBD Sleman mencatat sebanyak empat orang mengalami luka-luka. Satu korban dirujuk ke RS Bhayangkara, satu korban ke RS Panti Rini, sementara dua korban lainnya menjalani perawatan mandiri.
Hingga Sabtu sore, BPBD Sleman bersama TNI, Polri, pemerintah kalurahan, relawan, serta warga setempat masih melakukan penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen dampak kejadian, evakuasi pohon tumbang, pembukaan akses jalan, hingga distribusi bantuan darurat kepada warga terdampak.
BPBD Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui Pusdalops BPBD Sleman.
(Ip/opinijogja)















