Foto: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto memberikan keterangan kepada awak media terkait kesiapan sektor pariwisata menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah daerah menargetkan ratusan ribu pergerakan wisatawan selama periode libur Lebaran tahun ini.
SLEMAN, opinijogja – Kus Endarto menyatakan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyambut lonjakan wisatawan pada libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.
Berdasarkan data sementara hingga 9 Maret 2026, pergerakan wisatawan di Sleman tercatat mencapai 955.748 pergerakan, dengan dominasi wisatawan nusantara sebesar 98,93 persen atau sekitar 945.493 pergerakan.
Wisatawan domestik yang berkunjung ke Sleman sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, yakni sekitar 95 persen, terutama dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
“Kami memperkirakan selama periode libur Lebaran, mulai 14 hingga 29 Maret 2026, akan terjadi sekitar 250 ribu sampai 400 ribu pergerakan wisatawan di berbagai destinasi wisata di Sleman,” ujar Kus Endarto saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menjelaskan sejumlah destinasi yang menjadi pilihan utama wisatawan antara lain kawasan candi yang dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, wisata Lava Tour Merapi, serta kawasan wisata Kaliurang.
Kontribusi Pariwisata terhadap PAD
Sektor pariwisata di Sleman pada tahun 2026 ditargetkan memberikan kontribusi 22,61 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau setara Rp387,2 miliar dari total target PAD sebesar Rp1,712 triliun.
Hingga 31 Januari 2026, realisasi PAD dari sektor pariwisata tercatat mencapai Rp45,544 miliar atau sekitar 11,76 persen dari target yang telah ditetapkan.
Selain itu, pendapatan dari retribusi pariwisata mencapai Rp534,563 juta, atau sekitar 10,89 persen dari target Rp4,910 miliar.
Penguatan Keamanan dan Kenyamanan Wisata
Menurut Kus Endarto, pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran kepada pengelola destinasi wisata, desa wisata, serta pelaku usaha pariwisata agar memastikan kegiatan wisata berlangsung aman dan nyaman selama masa libur Lebaran.
“Kami meminta seluruh pengelola destinasi memastikan penerapan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan atau CHSE, serta menjaga kualitas layanan bagi wisatawan,” kata dia.
Selain itu, pengelola wisata juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca serta mengikuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta arahan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi terkait aktivitas Gunung Merapi.
Dinas Pariwisata juga melakukan monitoring terhadap usaha jasa pariwisata serta menambah petugas untuk membantu pemungutan retribusi, terutama di kawasan wisata Kaliurang.
Pentas Seni Tradisional
Untuk menambah daya tarik wisata selama libur Lebaran, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah pertunjukan seni tradisional di kawasan Kaliurang, seperti jathilan, campursari, dan kubro siswo yang akan digelar pada 22, 23, 24, dan 29 Maret 2026.
“Atraksi seni ini kami siapkan sebagai hiburan bagi wisatawan sekaligus untuk mengenalkan seni budaya lokal Sleman,” ujar Kus Endarto.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kunjungan wisata selama libur Lebaran dapat berjalan lancar serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar destinasi wisata.
(Ip/opinijogja)















