Foto: Suasana khidmat upacara Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta ke-271 yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo. Momentum ini sekaligus menegaskan sejarah berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada 13 Maret 1755.
KULON PROGO, opinijogja – Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke-271 pada Jumat (13/3/2026). Upacara berlangsung di halaman kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo dan diikuti oleh seluruh karyawan serta karyawati dinas tersebut.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo dan berlangsung khidmat dengan nuansa budaya Jawa yang kental. Para peserta upacara tampak mengenakan pakaian tradisional Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Yogyakarta.
Peringatan Hari Jadi DIY tahun ini memiliki makna khusus karena merujuk pada ketetapan baru dalam Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 yang mengukuhkan tanggal 13 Maret sebagai hari berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Penetapan tersebut didasarkan pada peristiwa sejarah Hadeging Nagari, yakni berdirinya kerajaan Yogyakarta setelah terjadinya Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 yang membagi kekuasaan Kerajaan Mataram menjadi dua wilayah.
Setelah perjanjian tersebut, Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I secara resmi mendirikan pusat pemerintahan baru di Yogyakarta.
Perpindahan Sultan menuju keraton baru tercatat terjadi pada Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1680 Tahun Jawa. Dalam penanggalan Masehi, peristiwa tersebut bertepatan dengan 13 Maret 1755 dan menjadi tonggak lahirnya Yogyakarta.
Pada peringatan ke-271 tahun ini, Pemerintah DIY mengangkat tema filosofis “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, yang bermakna ajakan untuk mawas diri dalam setiap langkah pembangunan.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga harus selaras dengan nilai budaya, etika, serta kearifan lokal yang menjadi identitas Yogyakarta.
Melalui momentum peringatan Hari Jadi DIY ini, Dinas Pariwisata Kulon Progo berkomitmen untuk terus menyelaraskan pengembangan sektor pariwisata dengan nilai-nilai budaya Yogyakarta. Dengan semangat mulat sarira atau introspeksi diri, pariwisata diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan tanpa meninggalkan akar tradisi serta kelestarian alam.
(Ip/opinijogja)















