Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Aris Eko Nugroho, menerima penghargaan Juara I Provinsi Terbaik dalam Program Reward Kartu Tani/Perbankan BRI Tahun 2025 pada kegiatan Rapat Koordinasi Program Kartu Tani dan Penyerahan Reward Kartu Tani di Yogyakarta, Selasa (27/1/2026).
Yogyakarta, opinijogja – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menggelar Program Reward Kartu Tani/Perbankan Tahun 2025 yang dilaksanakan di 25 provinsi di Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah dan pelaku pertanian dalam mendukung optimalisasi program Kartu Tani.
Pada kategori Dinas Pertanian Provinsi Terbaik, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meraih peringkat pertama, disusul Jawa Tengah di posisi kedua dan Riau di peringkat ketiga.
Selain itu, BRI juga memberikan penghargaan khusus kepada Provinsi DIY dan Sumatera Selatan karena menjadi daerah dengan jumlah pengajuan pembukaan rekening Kartu Tani baru terbanyak sepanjang 2025.
Sementara itu, pada kategori Dinas Pertanian Kabupaten Terbaik, dua kabupaten di DIY kembali menorehkan prestasi. Kabupaten Kulon Progo keluar sebagai juara pertama, disusul Kabupaten Gunungkidul di posisi kedua.
Untuk kategori Kelompok Tani Terbaik, Poktan Ngudi Makmur yang berlokasi di Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, meraih penghargaan sebagai Juara Harapan I. Sedangkan pada kategori Kios Layanan Pupuk (KLP) Terbaik, penghargaan diberikan kepada Toko Restu yang beralamat di Baran Wetan, Rongkop, Gunungkidul.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan capaian ini menjadi bukti komitmen DIY dalam mendukung program Kartu Tani.
“Harapannya, Kartu Tani bisa menjadi cara untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Selain itu, kartu ini juga diharapkan semakin diminati agar optimalisasi penyaluran pupuk bagi petani bisa berjalan lebih baik,” kata Aris kepada opinijogja, Selasa (27/1/2026).
Menurut Aris, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan petani menjadi kunci keberhasilan implementasi Kartu Tani di lapangan.
(Ipopin/ijogja)















