Wakil Bupati Sleman

Kadispar Kulon Progo

SKS

BKAD Sleman Pastikan Program Prioritas Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

i

oplus_2

Foto: Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si., saat memberikan keterangan terkait penyesuaian anggaran imbas kebijakan efisiensi Pemerintah Pusat di Sleman, Jumat (20/02/2026).

 

Sleman, opinijogja – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan penyesuaian penggunaan anggaran menyusul kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat yang berdampak ke daerah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si., mengatakan hampir seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terdampak kebijakan tersebut, mulai dari sektor pekerjaan umum hingga pendidikan.

“Kondisinya memang hampir semua OPD terdampak karena adanya efisiensi dari pusat. Namun kami memilah program yang benar-benar mendesak dan selaras dengan prioritas Bupati agar tetap berjalan,” katanya, Jumat (20/02/2026).

Menurut dia, sektor infrastruktur menjadi salah satu yang tetap diprioritaskan, terutama menyangkut akses jalan dan penerangan jalan umum (PJU) demi menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Mantan Kapolresta Sleman Disanksi Teguran dan Demosi Usai Sidang Disiplin

“Visi-misi Bupati terkait infrastruktur tetap kita upayakan. Perbaikan jalan dan lampu penerangan jalan menjadi prioritas agar pelayanan publik tidak merosot meski ada efisiensi anggaran,” ujarnya.

Ia menyebutkan pada sub-sektor Sumber Daya Air (SDA), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar dengan fokus pada pemeliharaan rutin yang bersifat mendesak.

Untuk mengantisipasi program yang tertunda akibat efisiensi pada awal tahun anggaran, Pemkab Sleman akan memaksimalkan mekanisme Anggaran Biaya Tambahan (ABT) atau perubahan anggaran.

“Program yang belum bisa terlaksana sekarang akan diupayakan masuk dalam ABT. Usulan dari OPD tetap kami tampung dan disaring berdasarkan skala prioritas,” katanya.

Abu Bakar menegaskan sektor pendidikan tetap dalam kondisi aman, terutama untuk kebutuhan mendasar seperti gaji pegawai dan perbaikan sarana prasarana sekolah.

“Kami berusaha agar efisiensi dari pusat ini tidak sampai menghentikan layanan-layanan dasar di masyarakat,” katanya.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Lebaran 2026, BULOG DIY Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga
Kunjungan Wisatawan Sleman Tembus 188 Ribu Selama Lebaran 2026, Kaliadem Jadi Favorit
Kunjungan Wisatawan Bantul Libur Lebaran 2026 Capai 80.333 Orang, Parangtritis Masih Dominan
Kunjungan Wisatawan Kulon Progo Naik Saat Libur Lebaran 2026, H+1 Melonjak 39 Persen
Wakapolda DIY Cek Tol Purwomartani dan Pos Bantul, Pengamanan Arus Balik dan Wisata Diperketat
Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Sehari Tembus 25 Ribu Pengunjung
Ratusan Warga Berebut Gunungan Ketupat di Garebeg Bakdo Ketupat Deresan Bantul
Wabup Sleman Danang Maharsa Salat Idul Fitri 1447 H di Sendangadi, Ajak Warga Perkuat Silaturahmi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:54 WIB

Pasca Lebaran 2026, BULOG DIY Percepat Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:38 WIB

Kunjungan Wisatawan Sleman Tembus 188 Ribu Selama Lebaran 2026, Kaliadem Jadi Favorit

Rabu, 25 Maret 2026 - 05:40 WIB

Kunjungan Wisatawan Bantul Libur Lebaran 2026 Capai 80.333 Orang, Parangtritis Masih Dominan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:34 WIB

Kunjungan Wisatawan Kulon Progo Naik Saat Libur Lebaran 2026, H+1 Melonjak 39 Persen

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:46 WIB

Lonjakan Wisatawan di Gunungkidul, Sehari Tembus 25 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru