Foto: Lurah Kalurahan Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, saat ditemui di kawasan Watu gede, Argomulyo, Sleman, Senin (16/02/2026). (Foto: opinijogja).
SLEMAN, opinijogja — Pemerintah Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, mengembangkan unit usaha jip wisata berbasis budaya sebagai upaya mendorong kebangkitan ekonomi lokal di kawasan lereng Gunung Merapi.
Lurah Kalurahan Argomulyo, Danang Hendri Bintoro, mengatakan pengembangan wisata tersebut diawali dengan perbaikan infrastruktur jalur jip yang sebelumnya rusak akibat cuaca ekstrem.
Berbeda dengan jalur off-road ekstrem pada umumnya, rute jip di Argomulyo dirancang lebih nyaman dan aman sehingga ramah bagi wisatawan keluarga.
“Jalur kami benahi agar pengunjung merasa aman dan nyaman. Harapannya wisata di Argomulyo bisa semakin maju dan memberi dampak langsung bagi warga,” kata Danang, Senin (16/02/2026).
Ia menjelaskan seluruh pengelolaan wisata kini dilakukan secara terpadu melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) dengan sistem satu pintu guna memastikan profesionalisme layanan sekaligus mencegah persaingan tidak sehat antar pelaku usaha.
“Kami ingin semua tertata, satu pintu, satu paguyuban, supaya tidak terjadi perang harga maupun layanan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Danang, pengelolaan wisata juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pegiat wisata, pelaku UMKM, hingga komunitas olahraga ekstrem. Pemberdayaan warga lokal menjadi prioritas utama, meskipun minat investor dari luar daerah cukup tinggi.
“Warga jangan sampai hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kami dorong keterlibatan langsung masyarakat, meski prosesnya bertahap karena keterbatasan anggaran,” katanya.
Saat ini, keterbatasan armada jip masih menjadi tantangan, sehingga pihak pengelola membatasi penerimaan rombongan besar, seperti kunjungan sekolah dengan banyak bus, demi menjaga kualitas layanan.
Selain jip wisata, kawasan Argomulyo juga diproyeksikan menjadi sentra oleh-oleh dan UMKM produk khas lereng Merapi. Sejumlah sarana pendukung seperti pendopo di kawasan Watu Gede serta fasilitas toilet terus dibangun dengan dukungan pemerintah kabupaten.
Ke depan, Pemerintah Kalurahan Argomulyo menargetkan wilayahnya berkembang sebagai kalurahan wisata berbasis budaya, sekaligus berharap adanya dukungan regulasi dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pusat.
“Filosofinya sederhana, wisatawan datang membawa uang saku. Kami ingin uang itu dibelanjakan di sini, untuk UMKM warga, sehingga ekonomi lokal benar-benar terangkat,” pungkas Danang.
(Ip/opinijogja)















