Foto: Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho pimpin rapat koordinator penyusunan langkah strategis sektor Pertanian menghasilkan potensi kemarau panjang.
YOGYAKARTA, opinijogja – Menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi mulai datang dalam beberapa bulan ke depan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rapat koordinasi guna menyusun langkah strategis bagi sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Aris Eko Nugroho, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim.
Menurutnya, kemarau bukanlah halangan selama para pemangku kepentingan mampu melakukan langkah antisipatif sejak dini.
“Kemarau boleh datang, tapi persiapan harus lebih dulu jalan. Melalui rapat koordinasi ini, kita membahas strategi bersama untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Aris menjelaskan, salah satu fokus utama yang dibahas adalah pemanfaatan informasi iklim secara akurat serta penyesuaian pola tanam oleh petani. Hal ini penting agar produksi pertanian tetap optimal meskipun kondisi cuaca tidak menentu.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi air irigasi, pemilihan komoditas yang sesuai, serta mitigasi risiko gagal panen dapat berjalan efektif.
Ia berharap, dengan langkah-langkah tersebut, para petani di DIY tetap mampu menjaga hasil produksi dan mendukung ketahanan pangan daerah.
“Dengan informasi iklim yang tepat dan pola tanam yang menyesuaikan kondisi cuaca, petani diharapkan tetap bisa berproduksi secara optimal,” tambahnya.
Aris juga menekankan bahwa kekuatan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kondisi alam, tetapi juga pada kesiapan dan strategi yang diterapkan sejak awal.
“Pertanian yang kuat selalu dimulai dari langkah antisipasi,” tegasnya.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam menjaga stabilitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.
(Ip/opinijogja)















