Foto: Anggota DPRD Sleman Fraksi PKS, Yani Fathurrahman
SLEMAN, opinijogja – Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi PKS, Yani Fathurahman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat keamanan lingkungan menjelang Hari Raya Idulfitri. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas yang kerap meningkat saat masa mudik Lebaran.
Menurut Yani, rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya dalam keadaan kosong selama mudik berpotensi menjadi sasaran pelaku kejahatan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk saling menjaga dan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Lebaran harus menjadi momentum kebahagiaan, jangan sampai berubah menjadi kesedihan karena kita abai terhadap keamanan. Masyarakat kami imbau mengaktifkan kembali siskamling, memastikan rumah terkunci rapat, mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, serta melapor kepada pengurus RT/RW jika hendak mudik,” ujar Yani, Selasa (11/3/2026).
Selain menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan saat mudik, Yani juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat berada di tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan maupun destinasi wisata yang biasanya dipadati pengunjung selama libur Lebaran.
Menurut dia, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan barang atau perhiasan yang mencolok karena dapat memicu tindak kriminalitas.
“Menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan biasanya ramai pengunjung. Saat libur Lebaran nanti tempat wisata juga menjadi tujuan favorit wisatawan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memakai barang atau perhiasan yang mencolok agar tidak memicu tindakan kriminal,” ujarnya.
Yani berharap adanya sinergitas antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat melalui ronda malam untuk menciptakan suasana Lebaran yang aman dan nyaman di Kabupaten Sleman.
“Jika melihat aktivitas mencurigakan, masyarakat segera melapor kepada pihak berwajib. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama agar mudik tahun ini berjalan aman dan nyaman,” katanya.
Selain aspek keamanan lingkungan, Yani juga menyoroti pentingnya keselamatan di jalan raya menjelang arus mudik. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan kesiapan infrastruktur jalan guna menunjang kelancaran lalu lintas para pemudik.
Menurutnya, jalur alternatif seperti Tempel–Prambanan dan Tempel–Klangon perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi menjadi rute pilihan pemudik untuk menghindari kemacetan.
“Pemerintah harus memastikan sarana dan prasarana jalan dalam kondisi baik. Jalan tidak boleh berlubang dan penerangan jalan umum harus berfungsi dengan baik. Jalan yang gelap dan rusak tidak hanya memicu kecelakaan, tetapi juga berpotensi mengundang aksi kriminalitas,” kata Yani.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait memetakan titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas serta menyiapkan rambu-rambu penunjuk arah, terutama di jalur alternatif mudik.
“Sebagai daerah perlintasan, Sleman dilalui banyak pemudik yang menuju berbagai daerah. Karena itu, keberadaan rambu-rambu penunjuk arah sangat penting untuk memudahkan pengguna jalan,” pungkasnya.
(Ip/opinijogja)















