Foto: Muhamad Nurrochmawardi, ST, MM, Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, saat dikonfirmasi usai memberikan keterangan terkait pemangkasan anggaran SDA tahun 2026 yang mencapai 62,5 persen, Selasa (10/2/2026).(Foto: Dok)
SLEMAN, opinijogja — Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), memprioritaskan kegiatan pemeliharaan infrastruktur menyusul pemangkasan anggaran hingga 62,5 persen pada Tahun Anggaran 2026.
Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, Muhamad Nurrochmawardi, ST, MM, mengatakan seluruh kegiatan tahun ini mengalami pengurangan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Anggaran keseluruhan dipangkas 62,5 persen. Jadi untuk tahun anggaran 2026 ini semua kegiatan dikurangi dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Nurrochmawardi, Selasa (10/02/2026).
Meski demikian, Bidang SDA tetap menyiapkan alokasi untuk 58 titik pekerjaan yang saat ini masih dalam proses survei dan uji kelayakan. Rinciannya meliputi 19 lokasi peningkatan saluran irigasi dan 29 lokasi rehabilitasi jaringan.
Selain itu, pihaknya juga tengah mengajukan pembangunan satu embung. Namun, rencana tersebut masih menunggu regulasi serta proses perizinan tanah kas desa (TKD) di tingkat kelurahan.
“Masih berproses di kelurahan untuk izin TKD-nya,” katanya.
Nurrochmawardi mengakui pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap perencanaan program. Namun pihaknya tetap berupaya agar alokasi yang tersedia dapat direalisasikan secara optimal.
“Dengan pemangkasan sebesar itu, mau tidak mau kami harus berjuang bagaimana caranya agar anggaran yang ada tetap bisa direalisasikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam penyusunan perencanaan 2025–2026, DPUPKP Sleman menerapkan skala prioritas, khususnya pada jaringan irigasi tersier dan sekunder. Fokus utama diarahkan pada kegiatan pemeliharaan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.
“Kami tetap prioritaskan pemeliharaan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah dan dampak yang lebih besar. Untuk yang sudah diswakelolakan oleh masyarakat, tinggal kami tambahi saja,” pungkasnya
(Ip/opinijogja)















