Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Tinjau Lahan Pertanian Terdampak Banjir Bandang di Kabupaten Gunungkidul

- Penulis

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY meninjau lahan pertanian terdampak banjir bandang di Kabupaten Gunungkidul, Rabu (18/2/2026), guna pendataan kerusakan dan percepatan pemulihan sawah warga.

 

GUNUNGKIDUL, opinijogja — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DPKP DIY) meninjau langsung lahan pertanian warga yang terdampak banjir bandang di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Rabu (18/2/2026), guna mempercepat proses pemulihan sektor pertanian.

Peninjauan dilakukan di Kapanewon Ngawen, tepatnya di Padukuhan Wonosari dan Padukuhan Kaliwuluh, melalui kegiatan bertajuk Tilik Sabin. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi lahan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengamanan produksi tanaman pangan.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, banjir bandang mengakibatkan kerusakan tanaman pertanian pada lahan seluas sekitar tiga hektare. Lumpur dan material sisa banjir menutup sebagian area persawahan sehingga berpotensi mengganggu keberlanjutan produksi pangan lokal.

Kepala DPKP DIY Aris Eko Nugroho mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pendataan dari penyuluh pertanian lapangan dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).

Baca Juga:  Komisi IV DPR RI Tinjau Pasokan dan Harga Pangan di DIY Jelang Hari Besar Keagamaan

“Sementara ini masih dilakukan pendataan. Tindakan berikutnya menunggu hasil tersebut karena kondisi sawah yang terdampak berbeda-beda. Ada yang perlu penataan ulang, tentu membutuhkan anggaran cukup besar,” katanya.

Ia menambahkan, DPKP DIY juga berupaya menghubungkan penanganan dampak banjir tersebut dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, agar percepatan pemulihan lahan dapat segera dilakukan.

Sebagai tindak lanjut, DPKP DIY memperkuat sinergi dengan Balai Penyuluhan Pertanian setempat dan Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul untuk mendukung program Luas Tambah Tanam (LTT), sehingga petani dapat kembali beraktivitas secepat mungkin.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus memberikan dukungan teknis dan moral kepada petani terdampak bencana.

(Ip/opinijogja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel opinijogja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di THM Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola
Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap
Bangunkerto Menahan Aksi, Sleman Janjikan Kepastian
Viral Tarif Parkir Denggung Rp6.000, Pengelola Tegaskan Hanya Berlaku Saat Event
HLUN 2026, Lansia DIY Belajar Pertanian Modern di Jogja Agro Park
Jelang Idul Adha 2026, Sleman Kekurangan Ribuan Hewan Kurban, Pasokan dari Luar Daerah Disiapkan
Kepala DPUPKP Sleman: Jangan Simpan Masalah Sendiri
Bapanas dan BULOG Uji Coba Penyaluran Jagung SPHP untuk Peternak DIY
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 15:30 WIB

Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis di THM Karawang, Satpol PP Panggil Pengelola

Senin, 8 Juni 2026 - 11:50 WIB

Sleman Rawat 374 Sumber Mata Air, Kunci Kemandirian Pangan Ada di Irigasi yang Mantap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:21 WIB

Bangunkerto Menahan Aksi, Sleman Janjikan Kepastian

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:42 WIB

Viral Tarif Parkir Denggung Rp6.000, Pengelola Tegaskan Hanya Berlaku Saat Event

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:04 WIB

HLUN 2026, Lansia DIY Belajar Pertanian Modern di Jogja Agro Park

Berita Terbaru